Kamis, 29 November 2012


Peristiwa Alam di Indonesia

            Gejala alam atau peristiwa alam adalah suatu keadaan atau peristiwa yang tidak biasa,yang ditimbulkan oleh alam.Di Indonesia sering terjadi gejala atau peristiwa alam antara lain gunung meletus, banjir, gempa bumi ,angin topan ,tsunami, dan tanah longsor. Peristiwa alam ini timbul di sebabkan oleh alam ,tetapi ada juga yang di sebabkan oleh ulah manusia yang tidak bertanggung jawab.

A. Macam- macam Gejala atau peristiwa alam yang terjadi di Indonesia
      
1. Gunung meletus
Di Indonesia terdapat banyak gunung berapi yang masih aktif. Perlu kalian ketahui bahwa hanya gunung berapi yang masih aktif yang dapat meletus. Mengapa gunung berapi dapat meletus ? gunung berapi meletus karena terjadi gerakan magma dari perut bumi dan keluar melalui permukaan bumi. Gunung berapi yang pernah meletus antara lain gunung kelud,gunung galungung,gunung merapi, gunung bromo, gunung Krakatau,dan lain-lainnya

 2.Gempa Bumi
            Gempa bumi adalah getaran atau goncangan yang terjadi karena pergeseran lapisan bumi yang berasal dari bawah permukaan bumi.faktor pemicu terjadinya gempa adalah pergeseran lapisan bawah bumi dan letusan gunung yang dahsat.
          Gempa bumi datangnya tidak mampu di prekdisi sebelumnya.kejadianya begitu cepat dengan dampak yang begitu hebatnya .akibat yang ditimbulkannya pun sangat luar biasa karena mencakup wilayah yang sangat luas bahkan sampai ke luar batas Negara. Sifat getaran gempa bumi yang sangat kuat dan merambat ke segala arah mampu menghancurkan bangunan- bangunanyang kuat sehingga korban nyawa tidak dapat dihindari.

Berdasarkan penyebabnya, gempa bumi di bedakan menjadi :

   a. Gempa bumi tektonik, yaitu gempa yang terjadi karena adanya      pergeseran kerak bumi

  b. Gempa bumi Vulkanik, yaitu gempa yang terjadi karena letusan gunung api
  
c. Gempa tanah runtuh, yaitu gempa yang di sebabkan karena runtuhan tanah
           
3.Tsunami
Jika gempa bumi terjadi di daerah dekat atau dasar laut maka dapat mengakibatkan gelombang tsunami. Gelombang tsunami adalah gelombang besar yang terbentuk dari dasar laut akibat adanya gempa. Pada tanggal 26 desember
 2004 di nanggroe aceh Darussalam dan Sumatra utara terjadi gempa bersekala 8,9skala richter didasar laut yang mengakibat kan gelombang tsunamiyang paling dahsat dan merupakan bencana alam internasional.
4. Banjir
          Bajir merupakan luapan air yang melebihi batas,hal ini terjadi jika terjadi hujan terus menerus tanpa henti. Banjir merupakan gejala alam yang sering melanda wilayah Indonesia. Februari 2007 hampir seluruh wilayah jabodetabek terendam air .peristiwa ala mini menelan banyak korban jiwa ,beberapa korban yang mengungsi ke berbagai penampungan dan mulai terserang penyakit.

5.Angin topan
          Angin topan merupakan pergerakan angin yang sangat kencang sehingga mampu memporak-porandakan benda-benda yang di lewati. Jika kekuatan angin topan besar akan mampu merobohkan rumah dan pohon-pohon besar .daerah yang pernah terjadi yaitu Lombok,nusa tenggara baratdan di katon ,bali tahun 2004.

6. Tanah longsor
          Tanah longsor merupan gejala alam yang terjadi di sekitar kawasan pegunungan. Semakin kemiringan lereng satu kawasan semakin besar kemungkinan terjadi longsor . pulau Sumatra sering terjadi tanah longsor dan menelan korban jiwa dan benda.

B. Sebab- sebab terjadinya gejala alam

1.Gunung meletus
Letusan gunung berapi terjadi apabila magma naik melintasi kerak bumi dan muncul di atas permukaan. Pada dasarnya, gunung berapi terbentuk saat pertama kali magma meletus ke permukaan. Setelah magma terbentuk ,sebuah gunung berapi akan ters meletus selama masih banyak magma yang terkandung di dalamnya . jarak antara satu letusan dengan letusan yang lain membutuhkan waktu yang relative lama.

2. Gempa bumi

Gempa bumi ini ada 3macam:

a. gempa bumi tektonik
            Gempa ini disebabkan oleh adanya pergeseran kerak bumi,gempa ini terjadi akibat pelepasan tenaga dari pergeseran lempeng-lempeng tektonik di permukaan bumi.lempengan tektonik adalah suatu bagian kerak bumi yang sangat keras.dibawahnya terdapat lapisan bumi yang lebih lunak sehingga lempengan-lempengan ini seolah-olah mengapung.

b.Gempa bumi vulkanik
Gempa ini disebabkan adanya aktifitas gunung berapi yang akan meletus. Jika timbulnya gempa hanya ada di sekitar gunung berapi saja.

c. Gempah tanah runtuh
Gempa tanah runtuh adalah gempa yang mengiringi bagian gua yang robong, misalnya gua kapur atau lorong pertambangan yang lapuk.Gempa ini hanya terjadi di sekitar runtuhnya tanah tersebut.

3Tsunami
Tsunami adalah serangkaian gelombang yang terbentuk karena gempa atau letusan gunung berapi di bawah laut atau di daran dekat pantai.nama tsunami diambiladari bahasa jepang yang artinya gelombang pelabuhan.

4. Banjir
Banjir merupaka luapan air yang melebihi batas. Hal ini terjadi jika terjadi hujan secara teru menerus tanpa hentidan dalam waktu yang relative lama.selain itu, penyebab terjadinya banjir juga karena ulah manusia sendiri. Penebangan pohon dihutan secara liar pembangunan vila-vila di pegununga atau membuang sampah di sungai dapat menimbulka banjir.
Fungsi pohon yaitu berguna untuk menahan air hujan agar tidak lansung kepermukaan. Akar-akar pohon akan menyerap air hujan sehingga air yang mengalir kedaran sedikit. Begitu juga sungai penuh dengan sampah, sungai akan mengalai pendangkalan sehingga air tidak bisa tertampung oleh aliran sungai dan terjadilah luapan air sungai ke permikiman warga .

5. Angin topan
Angin topan adalah udara yang bergerak dari tekanan udara maksimim ke tekanan minimum.penyebab terjadinya angin topan adalah karena adanya pergerakan udarayang sangat kencang .tiupan angin topan mampu merobohkan rumah dan pohon.

6. Tanah longsor
Longsor terjadi saat lapisan bumi paling atas dan bebatuan terlepas dari bagian utama gunung atau bukit.hal ini terjadi karena curah hujan yang tinggi , gempa bumi,atau letusan gunung berapi.

                                             RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

                           Jenjang Sekolah             : SD/MI
                           Nama Sekolah                : SDN ..........
                           Mata Pelajaran               : Matematika
                           Kelas/Semester               : III
                           Alokasi Waktu               : 3 x 35 menit

STANDAR KOMPETENSI
         Menggunakan konsep bilangan cacah dan pecahan dalam masalah

KOMPETENSI DASAR
         Menggunakan sifat operasi hitung, pertukaran dan pengelompokan

INDIKATOR
-    Siswa mampu menggunakan sifat operasi hitung, pertukaran dan pengelompokan
-    Siswa mampu menentukan sifat operasi hitung, pertukaran dan pengelompokan
-    Siswa mampu mengetahui cara menggunakan sifat operasi hitung, pertukaran dan pengelompokan

TUJUAN PEMBELAJARAN
-    Membentuk siswa yang terampil menggunakan sifat operasi hitung, pertukaran dan  pengelompokan
-    Membentuk siswa yang mampu menentukan sifat operasi hitung, pertukaran dan pengelompokan
-    Membentuk siswa yang mampu mengetahui cara menggunakan sifat operasi hitung, pertukaran dan pengelompokan

MATERI ESENSIAL
         Contoh materi
        
1 x 7 = 7                   
7 x 1 = 1 + 1 + 1 + 1 + 1 + 1 + 1
         = 7   
                                                                      
3 x 0 = 0 + 0 + 0
         = 0
0 x 3 = 0
Tampak bahwa 3 x 0 = 0 dan 0 x 3 = 0

METODE PEMBELAJARAN
         a. Pendekatan                 : Contekstual problem
         b. Model                         : Interaktive
         c. Metode                       : Ceramah, Tanya jawab, tugas, demonstrasi

STRATEGI PEMBELAJARAN
a. Kegiatan Pra KBM
-    Mempersiapkan sumber, alat/media belajar
-    Mengecek kesiapan belajar siswa
b.Kegiatan Awal
-    Salam, berdoa, mengecek kehadiran siswa
- Melakukan apersepsi
   Menyanyikan perkalian dari 1 sampai 10
c. Kegiatan Inti
-    Guru menempel kepsen
-    Guru meminta siswa menyanyikan perkalian 1 sampai 10
-    Guru memberi contoh soal
-    Guru mengklarifikasi hal-hal yang dianggap perlu
d.      Kegiatan Akhir
-    Melakukan kegiatan ulang materi
-    Menutup seluruh rangkaian kegiatan pembelajaran


ALAT , MEDIA, SUMBER BAHAN
a. Alat                                : kepsen
b.Media                             :
c. Sumber bahan                : KTSP 2006
                                            Buku Matematika 3

PENILAIAN
a. Bentuk penilaian           : Tes tertulis ( proses )
b. Evaluasi                        
   soal
1.      5 x 1 = …
2.      1 x 4 = …
3.      0 x 6 = …
4.      2 x 0 = …
5.      4 x 2 = …x 4
         Jawab:
1.      5
2.      4
3.      0
4.      0
5.      2

Mengetahui                                                                    Kotabaru,..................
Guru Pamong                                                                 Mahasiswa Praktik

                                                                                               
...........................                                                            Ahmad Syahriyan      
NIP.                                                                               NIM.2005.02.1256


HUJAN

Hujan adalah sebuah presipitasi berwujud cairan, berbeda dengan presipitasi non-cair seperti salju, batu es dan slit. Hujan memerlukan keberadaan lapisan atmosfer tebal agar dapat menemui suhu di atas titik leleh es di dekat dan di atas permukaan Bumi. Di Bumi, hujan adalah proses kondensasi uap air di atmosfer menjadi butir air yang cukup berat untuk jatuh dan biasanya tiba di daratan. Dua proses yang mungkin terjadi bersamaan dapat mendorong udara semakin jenuh menjelang hujan, yaitu pendinginan udara atau penambahan uap air ke udara. Virga adalah presipitasi yang jatuh ke Bumi namun menguap sebelum mencapai daratan; inilah satu cara penjenuhan udara. Presipitasi terbentuk melalui tabrakan antara butir air atau kristal es dengan awan. Butir hujan memilik ukuran yang beragam mulai dari pepat, mirip panekuk (butir besar), hingga bola kecil (butir kecil).
Kelembapan yang bergerak di sepanjang zona perbedaan suhu dan kelembapan tiga dimensi yang disebut front cuaca adalah metode utama dalam pembuatan hujan. Jika pada saat itu ada kelembapan dan gerakan ke atas yang cukup, hujan akan jatuh dari awan konvektif (awan dengan gerakan kuat ke atas) seperti kumulonimbus (badai petir) yang dapat terkumpul menjadi ikatan hujan sempit. Di kawasan pegunungan, hujan deras bisa terjadi jika aliran atas lembah meningkat di sisi atas angin permukaan pada ketinggian yang memaksa udara lembap mengembun dan jatuh sebagai hujan di sepanjang sisi pegunungan. Di sisi bawah angin pegunungan, iklim gurun dapat terjadi karena udara kering yang diakibatkan aliran bawah lembah yang mengakibatkan pemanasan dan pengeringan massa udara. Pergerakan truf monsun, atau zona konvergensi intertropis, membawa musim hujan ke iklim sabana. Hujan adalah sumber utama air tawar di sebagian besar daerah di dunia, menyediakan kondisi cocok untuk keragaman ekosistem, juga air untuk pembangkit listrik hidroelektrik dan irigasi ladang. Curah hujan dihitung menggunakan pengukur hujan. Jumlah curah hujan dihitung secara aktif oleh radar cuaca dan secara pasif oleh satelit cuaca.
Dampak pulau panas perkotaan mendorong peningkatan curah hujan dalam jumlah dan intensitasnya di bawah angin perkotaan. Pemanasan global juga mengakibatkan perubahan pola hujan di seluruh dunia, termasuk suasana hujan di timur Amerika Utara dan suasana kering di wilayah tropis. Hujan adalah komponen utama dalam siklus air dan penyedia utama air tawar di planet ini. Curah hujan rata-rata tahunan global adalah 990 millimetre (39 in). Sistem pengelompokan iklim seperti sistem pengelompokan iklim Köppen menggunakan curah hujan rata-rata tahunan untuk membantu membedakan kawasan-kawasan iklim. Antarktika adalah benua terkering di Bumi. Di daerah lain, hujan juga pernah turun dengan kandungan metana, besi, neon, dan asam sulfur.

Pembentukan Hujan

Udara lembap

Udara berisikan uap air dan sejumlah air dalam massa udara kering, disebut Rasio Pencampuran, diukur dalam satuan gram air per kilogram udara kering (g/kg). Jumlah kelembapan di udara juga disebut sebagai kelembapan relatif; yaitu persentase total udara uap air yang dapat bertahan pada suhu udara tertentu.Jumlah uap air yang dapat ditahan udara sebelum melembap (100% kelembapan relatif) dan membentuk awan (sekumpulan air kecil dan tampak dan partikel es yang tertahan di atas permukaan Bumi) bergantung pada suhunya. Udara yang lebih panas memiliki lebih banyak uap air daripada udara dingin sebelum melembap. Karena itu, satu-satunya cara untuk melembapkan udara adalah dengan mendinginkannya. Titik embun adalah suhu yang dicapai dalam pendinginan udara untuk melembapkan udara tersebut.
Ada empat mekanisme utama dalam pendinginan udara hingga titik embunnya: pendinginan adiabatik, pendinginan konduktif, pendinginan radiasional, dan pendinginan evaporatif. Pendinginan adiabatik terjadi ketika udara naik dan menyebar.Udara dapat naik karena konveksi, gerakan atmosfer berskala besar, atau perintang fisik seperti pegunungan (pengangkatan orografis). Pendinginan konduktif terjadi ketika udara bertemu permukaan yang lebih dingin, biasanya tertiup dari satu permukaan ke permukaan lain, misalnya dari permukaan air ke daratan yang lebih dingin. Pendinginan radiasional terjadi karena emisi radiasi inframerah yang muncul akibat udara ataupun permukaan di bawahnya. Pendinginan evaporatif terjdai ketika kelembapan masuk dalam udara melalui penguapan, sehingga memaksa suhu udara mendingin hingga suhu bulb basah, atau mencapai titik kelembapan.
Cara utama uap air dapat bergabung dengan udara adalah ketika angin berkonvergensi ke wilayah gerakan ke atas, presipitasi atau virga yang jatuh dari atas,pemanasan siang hari yang menguapkan air dari permukaan laut, badan air atau tanah basah, transpirasi tumbuhan, udara dingin atau kering yang bergerak di perairan panascool or dry air moving over warmer water, dan udara yang naik di pegunungan. Uap air biasanya mulai mengembun di nuklei kondensasi seperti debu, es, dan garam untuk membentuk awan. Bagian-bagian tinggi front cuaca (tiga dimensi) memaksa wilayah luas melakukan gerakan ke atas di atmosfer Bumi sehingga membentuk dek awan seperti altostratus atau sirostratus. Stratus adalah dek awan stabil yang terbentuk ketika udara dingin dan stabil terperangkap di bawah massa udara panas. Awan ini juga dapat terbentuk akibat pengangkatan kabut adveksi ketika kondisi berangin.

Koalesensi

Koalesensi terjadi ketika butir air bergabung membentuk butir air yang lebih besar, atau ketika butir air membeku menjadi kristal es yang dikenal sebagai proses Bergeron. Resistensi udara mengakibatkan butiran air mengambang di awan. Ketika turbulensi udara terjadi, butiran air bertabrakan dan menghasilkan butiran yang lebih besar. Butiran air besar ini turun dan koalesensi terus berlanjut, sehingga butiran menjadi cukup berat untuk melawan resistensi udara dan jatuh sebagai hujan. Koalesensi umumnya sering terjadi di awan atas titik beku dan dikenal sebagai proses hujan hangat. Di awan bawah titik beku, kristal es mulai jatuh ketika memiliki massa yang cukup. Umumnya, kristal membutuhkan massa yang lebih besar daripada koalesensi yang terjadi antara kristal dan butiran air sekitarnya. Proses ini bergantung kepada suhu, karena butiran air superdingin hanya ada di awan bawah titik beku. Selain itu, karena perbedaan suhu yang besar antara awan dan permukaan, kristal-kristal es ini bisa mencair ketika jatuh dan menjadi hujan.
Butiran hujan memiliki beragam ukuran mulai dari diameter rata-rata 01 millimetre (0.039 in) hingga 9 millimetre (0.35 in), di atas itu butiran akan terpisah-pisah. Butiran kecil disebut butiran awan dan berbentuk bola. Butiran hujan besar semakin pepat di bawah seperti roti hamburger, butiran terbesar berbentuk mirip parasut. Berbeda dengan kepercayaan masyarakat, bentuk butir hujan yang asli justru tidak mirip air mata. Butiran hujan terbesar di Bumi tercatat di Brasil dan Kepulauan Marshall pada tahun 2004—beberapa di antaranya sebesar 10 millimetre (0.39 in). Ukuran besar ini disebabkan oleh pengembunan partikel asap besar atau tabrakan antara sekelompok kecil butiran dengan air tawar yang banyak.
Intensitas dan durasi hujan biasanya berkaitan terbalik yang berarti badai intensitas tinggi memiliki durasi pendek dan badai intensitas rendah memiliki durasi panjang. Butir hujan pada hujan es cair cenderung lebih besar daripada butiran hujan lain.Butir hujan jatuh pada kecepatan terminalnya, lebih besar untuk butiran besar karena massanya yang lebih besar terhadap rasio tarikan. Di permukaan laut tanpa angin, gerimis 05 millimetre (0.20 in) jatuh dengan kecepatan 2 metre per detik (4.5 mph), sementara butiran besar 5 millimetre (0.20 in) jatuh pada kecepatan 9 metre per detik (20 mph). Suara butir hujan menabrak air disebabkan oleh gelembung air berosilasi di bawah air. Kode METAR untuk hujan adalah RA, sementara kode untuk hujan deras adalah SHRA.



Jenis-jenis hujan berdasarkan terjadinya
Hujan Frontal
Hujan frontal adalah hujan yang disebabkan oleh bertemunya angin musim panas yang membawa uap air yang lembab dengan udara dingin bersuhu rendah sehingga menyebabkan pengembunan di udara yang pada akhirnya menurunkan hujan.
Massa udara lembab yang hangat dipaksa bergerak ke tempat yang lebih tinggi (suhu lebih rendah dengan kerapatan udara dingin lebih besar).

Hujan Orografis
Hujan orografis adalah hujan yang diakibatkan oleh adanya uap air yang terbawa atau tertiup angin hingga naik ke atas pegunungan dan membentuk awan. Ketika awan telah mencapai titik jenuh maka akan turun hujan.
Terjadi karena udara yang mengandung uap air dipaksa oleh angin mendaki lereng pegunungan yang makin ke atas makin dingin sehingga terjadi kondensasi, terbentuklah awan dan jatuh sebagai hujan. Hujan yang jatuh pada lereng yang dilaluinya disebut hujan orografis, sedangkan di lereng sebelahnya bertiup angin jatuh yang kering dan disebut daerah bayangan hujan.

Hujan Zenital
Hujan zenit adalah hujan yang penyebabnya adalah suhu yang panas pada garis khatulistiwa sehingga memicu penguapan air ke atas langit bertemu dengan udara yang dingin menjadi hujan. Hujan zenit terjadi di sekitar daerah garis khatulistiwa saja.
 Jenis hujan ini terjadi karena udara naik disebabkan adanya pemanasan tinggi. Terdapat di daerah tropis antara 23,5o LU - 23,5o LS. Oleh karena itu disebut juga hujan naik tropis. Arus konveksi menyebabkan uap air di ekuator naik secara vertikal sebagai akibat pemanasan air laut terus menerus. Terjadilah kondensasi dan turun hujan. Itulah sebabnya jenis hujan ini dinamakan juga hujan ekuatorial atau hujan konveksi. Disebut juga hujan zenithal karena pada umumnya hujan terjadi pada waktu matahari melalui zenit daerah itu. Semua tempat di daerah tropis itu mendapat dua kali hujan zenithal dalam satu tahun.



ENERGI

Energi adalah suatu besaran yang kekal tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan. Berikut ini adalah macam-macam energi yaitu energi potensial, energi kinetic, energi kimia, energi kalor, energi listrik, energi bunyi, energi bunyi, energi nuklir, energi radiasi.
  1. Pengertian Energi potensial adalah energi yang dimiliki oleh benda diam. Energi ini juga disebut dengan energi diam. Misalnya suatu benda yang mempunyai ketinggian tertentu dan pegas yang ditekan atau direnggangkan. Jika semua itu dilepas akan melakukan usaha (gerakan)
  2. Pengertian energi kinetik adalah energi yang dimiliki suatu benda pada saat bergerak. Misalnya jika seorang sedang berlari, mobil pada saat melaju, benda yang berputar dan kereta yang sedang bergerak. Pada saat itu benda-benda tersebut mempunyai energi yang disebut energi kinetic atau energi gerak.
  3. Pengertian energi kimia yaituenergi yang timbul akibat terjadinya reaksi kimia. Makanan dari pada bahan bakar pada umumnya tersusun atas senyawakimia yang di dalamnya tersimpan energi kimia.
  4. Pengertian energi kalor, yaitu bentuk energi yang banyak kita jumpai seperi matahari, api atau bentu energi yang lain yang harus dibentuk dalam bentuk kalor misalnya setrika, solder dan kompor.
  5. Pengertian energi listrik, yaitu energi yang tersimpan dalam arus listik (muatan yang bergerak0. Energi ini banyak dimanfaatnya. Contoh radio, solder, televisi dan lain sebagainya
  6. Pengertian energi bunyi, terdapat di dalam segala jenis bunyi. Misalnya orang berbicara, seruling, ledakan bom dan petir. Bukti bahwa bunyi memilliki energi yaitu ledakan petir yang dahsyat dapat mengakibatkan pecahnya kaca jendela.
  7. Pengertian Energi nuklir yaitu energi yang dihasilkan oleh reaksi pembelahan inti (fisi) berantai
  8. Pengertian Energi radiasi yaitu energi yang diperoleh dari pancaran benda berpijar