MANUSIA
DAN LINGKUNGAN
Manusia
atau orang dapat diartikan berbeda-beda menurut biologis, rohani, dan istilah kebudayaan,
atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin
untuk manusia), sebuah spesies primata
dari golongan mamalia
yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam
hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi di mana,
dalam agama, dimengerti dalam
hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup;
dalam mitos, mereka juga seringkali
dibandingkan dengan ras lain. Dalam antropologi
kebudayaan, mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya,
organisasi mereka dalam masyarakat majemuk
serta perkembangan teknologinya,
dan terutama berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok dan lembaga
untuk dukungan satu sama lain serta pertolongan.
Penggolongan
manusia yang paling utama adalah berdasarkan jenis kelaminnya.
Secara alamiah, jenis kelamin seorang anak yang baru lahir entah laki-laki
atau perempuan.
Anak muda laki-laki dikenal sebagai putra dan laki-laki dewasa
sebagai pria. Anak muda perempuan
dikenal sebagai putri dan perempuan dewasa
sebagai wanita.
Penggolongan
lainnya adalah berdasarkan usia, mulai dari janin, bayi, balita, anak-anak, remaja, akil balik, pemuda/i, dewasa, dan (orang) tua.
Lingkungan adalah kombinasi antara
kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, dan udara, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di
dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti
keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut.
Lingkungan terdiri dari
komponen abiotik dan biotik. Komponen abiotik adalah segala yang tidak bernyawa
seperti tanah, udara, air, iklim, kelembaban, cahaya, bunyi. Sedangkan komponen
biotik adalah segala sesuatu yang bernyawa seperti tumbuhan, hewan, manusia dan
mikro-organisme (virus dan bakteri).
Ilmu yang mempelajari
lingkungan adalah ilmu lingkungan atau ekologi. Ilmu lingkungan adalah cabang dari
ilmu biologi.
Sikap dan perilaku
seseorang terhadap sesuatu sangat ditentukan oleh bagaimana pandangan seseorang
terhadap sesuatu itu. Hal tersebut berlaku untuk banyak hal, termasuk mengenai
hubungan manusia dengan alam lingkungannya. Manusia memiliki pandangan tertentu
terhadap alam, di mana pandangan itu telah menjadi landasan bagi tindakan dan
perilaku manusia terhadap alam.
Walaupun
manusia merupakan makhluk yang paling maju, yang memiliki akal budi dan
kehendak bebas, namun manusia hanya merupakan salah satu lapisan kehidupan yang
berlangsung di bumi ini, dan tidak lebih dari itu. Manusia dapat mempengaruhi
lingkungannya, dan sebaliknya, lingkungan juga pasti mempengaruhi manusia.
Kalau lingkungan rusak maka kehidupan manusia akan terancam, dan pada akhirnya
bisa punah.
Pengakuan bahwa segenap makhluk memiliki nilai dalam dirinya sendiri, termasuk dalam hal ini manusia, tidak boleh membawa konsekuensi pengurangan derajat dan martabat manusia sebagai satu-satunya makhluk di bumi ini yang mempunyai akal budi dan kehendak bebas. Akan tetapi pandangan martabat istimewa kepada pribadi manusia, martabat alam tidak dikurangi sedikitpun melainkan ditingkatkan. Dengan keistimewaan yang dimilikinya, manusia menjadi satu-satunya makhluk hidup yang memiliki tanggung jawab moral, terhadap dirinya sendiri dan juga lingkungannya.
Pengakuan bahwa segenap makhluk memiliki nilai dalam dirinya sendiri, termasuk dalam hal ini manusia, tidak boleh membawa konsekuensi pengurangan derajat dan martabat manusia sebagai satu-satunya makhluk di bumi ini yang mempunyai akal budi dan kehendak bebas. Akan tetapi pandangan martabat istimewa kepada pribadi manusia, martabat alam tidak dikurangi sedikitpun melainkan ditingkatkan. Dengan keistimewaan yang dimilikinya, manusia menjadi satu-satunya makhluk hidup yang memiliki tanggung jawab moral, terhadap dirinya sendiri dan juga lingkungannya.
Dilingkungan
sekitar kita terdapat berbagai jenis sumber daya alam. Sumber daya alam tersebut
telah banyak memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Sumber daya alam bisa
membuat manusia bisa makan, berpakaian, membuat rumah, bepergian dengan
kendaraaan, dan lain-lain. Berbagai manfaat tersebut tidak akan terus menerus
diperoleh dari sumber daya alam jika manusia tidak melaksanakan pelestarian
sumber daya alam. Sumber daya alam akan habis atau berkurang fungsinya jika
tidak dilestarikan. Karena itu pelestarian secara mutlak harus dilakukan agar
pemanfaatan terus menerus dapat kita peroleh. Tentu saja usaha pelestarian juga
merupakan wujud bentuk tanggung jawab generasi saat ini terhadap generasi yang
akan datang agar mereka juga dapat memperoleh manfaat sumber daya alam.
Selain itu manusia
juga sebagai mahluk sosial, manusia tidak pernah bisa hidup seorang diri. Di
manapun berada, manusia senantiasa memerlukan kerja sama dengan orang lain.
Manusia membentuk pengelompokan social (social grouping) diantara
sesama dan upayanya mempertahankan hidup dan maengembangkan kehidupan. Kemudian dalam kehidupan bersama, manusia
memerlukan organisasi, yaitu suatu jaringan sosial antar sesama untuk menjamin
ketertiban social. Dari interaksi-interaksi itulah yang kemudian melahirkan
sesuatu yang dinamakan lingkungan social. Lingkungan sosial erat
sekali hubungannya dengan pembangunan, baik secara fisik maupun pembangunan
masyarakat secara ekonomi dan sosial itu sendiri yang bersifat kontinyu dan
berkelanjutan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar